Senin, 01 September 2014

Filled Under: , ,

E-Commerce : Going to social Commerce

Era baru social media telah datang. Sebuah foto dari Fancy.com yang menampilkan bocoran platform baru Twitter yang diberi nama Twitter Commerce beredar dan menjadi perbincangan dikalangan praktisi online marketing.  Sepintas tidak ada yang istimewa dari tweet tersebut (sama seperti tweet normal lainnya). Tapi jika dicermati secara khusus tweet post tersebut dapat di –expand menjadi tombol “beli” yang terhubung dengan Twitter Apps.


Tidak ada penjelasan atau konfirmasi dari twitter mengenai berita ini. Tapi tentunya jika benar-benar terjadi, ini akan jadi sebuah lompatan besar dalam dunia e-Commerce.  Aktiftas online tidak lagi hanya berputar pada objektif awareness tapi secara langsung bisa membimbing audience melakukan “call to action” yang berujung pada “direct acquisition”.

Dunia memang berubah. Orang tidak lagi datang ke Facebook atau Twitter hanya untuk sekedar mencari teman dan berbincang. Mereka mengkonsumsi berita, merevisi selera bahkan mencari referensi untuk berbelanja. Bagi dunia usaha social media sangat menentukan bentuk dan rupa konsumernya dalam bertransaksi.

Dengan berkembangnya trend dan teknologi social commerce kedepan, maka dipastikan fokus para praktisi online marketing akan bergeser. Dari yang awalnya branding menjadi lead generation. Alokasi budget yang biasanya digunakan untuk men-develop general campaign boleh jadi akan lebih maksimal jika difokuskan pada strategi akuisisi online. Bentuknya bisa berupa: click, leads dan sales.

Kunci lain untuk sukses dalam social commerce adalah menjaga hubungan brand dan customer. Kadang banyak brand lupa bahwa substansi social media sendiri adalah percakapan (conversation). Merubahnya menjadi tempat promosi searah hanya akan menjauhkan brand dari konsumernya. Ingat, di social media mereka menuntut  komunikasi personal, jujur dan tulus.

Karakter dan perilaku masyarakat Indonesia yang sangat gadget dan social media oriented adalah modal besar bagi strategi social commerce.  Ditambah tool analisis yang tepat social commerce adalah masa depan bagi dunia bisnis kita.

The Author :

0 komentar:

Posting Komentar