Selasa, 09 September 2014

Filled Under: ,

Ice Bucket Challenge: Fun(d)raising

Ketenaran Ice Bucket Challenge, donasi untuk penderita Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), ini kian hari kian meningkat. ALS sendiri belum diketahui penyebabnya, maka dengan tantangan menuangkan seember air es atau es di kepala, diharapkan peserta juga merasakan apa yang dirasakan oleh penderita ALS.


Sampai saat ini ada 13.000.000 video Ice Bucket Challenge di Youtube. 2,2 juta tweet, dengan pertumbuhan donasi 10,4 juta dollars dari tahun 2013. Campaign ini mulai menjadi viral di media sosial saat bulan Juli-Agustus 2014 dan semakin berkembang. Syarat yang mudah, dapat menantang semua orang, dan jumlah donasi yang dirasa tidak terlalu memberatkan membuat orang dari berbagai belahan dunia berbondong-bondong melakukan Ice Bucket Challenge.

Donasi ini menjadi mengasyikkan karena kemasan yang berbeda dengan donasi yang lainnya. Konten penyampaian donasi ini berbeda dengan donasi pada umumnya. Biasanya donasi akan memperlihatkan banyak keprihatinan dan penderitaan untuk menarik simpati. Namun dengan tantangan ini, semua orang merasa mampu melakukan dan menyenangkan. Dan seperti biasa banyak orang Indonesia tak mau ketinggalan campaign digital ini.

Ice bucket Challenge ini memilih media yang tepat. Media sosial yang kekuatan share-nya sangat besar menjadi media utama penyebaran campaign ini. Selain kekuatan share di media sosial, aksi dapat menantang semua orang ini menjadi motivasi untuk berkomunikasi dengan teman, kerabat, hingga idola mereka. Dengan aksi menantang, orang yang menerima tantangan akan semakin termotivasi untuk melakukannya, apalagi target audiencenya adalah masyarakat urban.

Ice Bucket Challenge memberikan kita fakta menarik tentang bagaimana masyarakat menerima tantangan dan berdonasi. Donasi yang sejatinya adalah kegiatan mulia, bahkan ada pepatah “bila tangan kanan memberi, jangan sampai tangan kiri melihat” ini ditampik oleh banyak orang. Pasalnya kegiatan ini akan dapat dilihat oleh jutaan orang dari berbagai dunia. Eksistensi dan ketenaran menjadi timbal balik dari aksi donasi ini. Melihat kesuksesan campaign ini, hendaknya ide dan strategi ice bucket challenge ini dapat diterapkan oleh lembaga fundraising lainnya, untuk memberikan efek yang positif dan mampu menjadi viral di media sosial.

The Author :

0 komentar:

Posting Komentar