Jumat, 23 Februari 2018

, ,

Integrasi Online Offline untuk Para Bikers Honda

Hi, Digital Enthusiast! Kamu penasaran bagaimana cara mengintegrasikan antara event online dan offline? Nah, integrasi tersebut telah diaplikasikan pada salah satu project RWE yakni Honda Amazing Rides!

Honda Amazing Rides berlangsung pada Oktober 2017 untuk memeriahkan event tahunan Honda Bikers Day. Digital activation ini berupaya untuk melibatkan para bikers dengan dunia digital, namun tetap relevan dengan dunia motor dan touring.

Aktivasi digital ini berupa games yang terdapat di microsite dan aktivasi series quiz di media sosial Astra Motor. Para bikers diajak untuk menyelesaikan challenges dengan cara touring di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Challenges yang disediakan adalah Check Point Hunter dan Bonus Point. Pada Check Point Hunter peserta harus mengunjungi 21 titik lokasi AHASS yang tersebar di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bonus Point berisi 10 tantangan yang mengharuskan peserta mengunjungi lokasi spesifik seperti pasar, gapura, pom bensin, dll.

Sedangkan quiz series di media sosial Astra Motor terdiri dari dua kuis yang dipost secara random setiap minggunya. Pemenang dengan poin tertinggi selama lima minggu berhak mendapatkan hadiah utama berupa iPhone 7.




Honda Amazing Rides yang diselenggarakan Oktober lalu mampu menjangkau pendaftar dari 30 kota nih, Digital Enthusiast! Dalam 10 hari pertama terdapat lebih dari 1.000 pendaftar baru. Untuk series quiz yang berlangsung selama 5 minggu, berhasil meraih lebih dari 7.000 submission. Simak selengkapnya pada infografis berikut, ya!

Kamu juga ingin mengadakan aktivasi serupa untuk bisnismu? Drop your questions by email to info@rwe.co.id 😊

Jumat, 16 Februari 2018

, ,

Micro VS Macro Influencers, Mana yang Lebih Unggul?

Berbicara mengenai influencers marketing, kamu bisa memilahnya menjadi dua kutub besar, yakni macro influencers dan micro influencers. Macro influencers biasanya adalah sosok yang terkenal seperti selebriti yang memiliki pengikut hingga jutaan. Sedangkan micro influencers adalah para industry experts, bloggers, trusted source, atau sosok expert pada bidangnya yang memiliki followers kurang dari 10.000.

Bagaimana cara memilih antara macro atau micro influencers yang paling tepat dengan kebutuhan brandmu? Cek infografis di bawah ini, ya!



Jumat, 09 Februari 2018

Troopers Over Selebgram: Study Case Rumah Sakit JIH


40% dari audiens ternyata melakukan pembelian setelah melihat promosi yang dilakukan oleh influencer. Sayangnya, terkadang influencer memiliki audiens yang terlalu luas sehingga tidak banyak audiensnya yang loyal. Dalam beberapa kasus, influencer yang memiliki followers tinggi justru memiliki enggagement yang rendah.

Di sisi lain, klien membutuhkan adanya influencer sebagai brand advocator untuk mengenalkan layanan baru mereka kepada audiens. Lalu bagaimana untuk beriklan menggunakan influencer dengan target audiens yang lebih spesifik? Tenang aja, RWE punya solusi buat masalah tersebut, kok.














Pada dasarnya, troopers adalah seorang micro influencers. Mereka memiliki followers kurang 10.000 namun dapat menjangkau audiens yang spesifik. Audiens mereka juga merupakan audiens aktif dan memberikan tingkat engagement yang tinggi.

Dalam penanganan kasus Rumah Sakit JIH, para micro influencers diberikan 2 voucher pemeriksaan gratis. Satu voucher untuk mereka sendiri, satu lagi diberikan kepada audiens mereka. Setiap postingan aktivasi ini, influencers dan pemenang terpilih harus menyertakan hashtag #1MenitKenaliTubuhmu. Para pemiliki voucher tersebut pun diminta untuk menceritakan tentang pelayanan JIH Healthy Life Center di media sosial mereka.


Penggunaan micro Influencers atau troopers ini dapat meningkatkan awarness dan tingkat kepercayaan audiens kepada produk atau layanan yang ditawarkan. Hal ini karena seorang micro influencers  dilihat lebih kredibel dan dapat dipercaya. Dikutip dari socialmediatoday, hanya ada 3% audiens membeli produk yang di-endorse oleh selebriti. Artinya, seorang micro influencer memiliki peluang yang sangat besar memengaruhi audiensnya untuk mencoba produk yang diiklankan.

Bingung memetakan micro influencers yang tepat untuk brandmu? Jangan ragu mengontak kami di info@rwe.co.id, ya!

Jumat, 26 Januari 2018

,

Bingung Menentukan Influencers? Ini Pertimbangannya!

Melakukan pembelian melalui media sosial bukanlah perkara yang mudah. Beberapa orang biasanya akan memasuki masa-masa bimbang sebelum memutuskan untuk membeli atau tidak. Salah satu alasan terbesarnya adalah produk yang dijual hanya bisa dilihat melalui foto tanpa bisa dipegang atau dirasakan. Bagi sebagian orang, merasakan produk yang akan dibeli adalah hal yang wajib dilakukan.

Ada pula calon pembeli yang perlu bertanya ke sana ke mari untuk membuat dirinya yakin membeli. Dikutip dari socialmedatoday.com, 74 dari 100 orang mengaku akan mengecek kembali media sosial untuk mencari saran sebelum melakukan pembelian. Nah, 40% di antaranya membeli barang setelah melihat promosi yang dilakukan oleh para influencer di media sosial.

Influencers di media sosial pun terus bertambah jumlahnya seiring dengan banyaknya brand yang mencoba peluang menggunakan influencers.  Sayangnya, terkadang influencer memiliki audiens yang terlalu luas sehingga tidak banyak audiensnya yang loyal. Dalam beberapa kasus, influencer yang memiliki followers tinggi justru memiliki enggagement yang rendah. Tingginya followers tanpa audiens yang loyal hanya akan membuat iklan dilihat sekilas saja.

Lalu bagaimana cara menentukan influencers yang paling tepat? Dikutip dari forbes.com, beberapa hal ini harus kamu perhatikan sebelum mengiklankan brand mu melalui influencers.

1. Reguler post
Konsistensi adalah salah satu kunci media sosial yang terhubung dengan audiensnya. Konsistensi di sini tidak harus 1 post per hari, sebab masing-masing platform memiliki karakteristik tersendiri. Nah, sebaiknya kamu memilih influencers yang mengelola media sosial dengan baik dan posting secara rutin.

2. Interaksi dengan audiens
Tingginya jumlah followers tak akan berarti jika mereka tidak loyal dan merupakan audiens pasif. Semakin loyal audiens dengan influencers, maka semakin tinggi pula brandmu terhubung dengan mereka. Kamu bisa melihat interaksi ini dari jumlah like, komentar, dan mention teman di kolom komentar, hingga respon dari influencer itu sendiri. Satu hal yang paling penting, kamu harus cek bahwa audiens mereka adalah akun personal.

3. Kecocokan dengan brand
Kecocokan influencer dengan brand akan bisa membawakan audiens yang tepat untuk brandmu. Hal ini karena audiens cenderung mengikuti akun influencer yang memiliki ketertarikan yang sama.

Jika masih bingung untuk menentukan influencer yang paling tepat untuk brand-mu, jangan ragu untuk mengontak RWE di info@rwe.co.id, ya!

Jumat, 12 Januari 2018

, ,

Digital Marketing Trends to Watch 2018


Sudahkah kamu menyusun strategi baru untuk bisnismu? Kalau belum, yuk simak tren digital marketing yang bakal populer di tahun 2018!


1. Mobile Video






Pada tahun ini, mobile video atau video dalam format ponsel diprediksi akan mengalami peningkatan sebanyak 25%. Hal ini dikarenakan audiens lebih menghabiskan banyak waktu bersama ponsel mereka daripada media lainnya.  So, get ahead of the competition now by planning a mobile video strategy!






2. Reach your followers!


Kini bakal semakin sulit untuk menjangkau audiens yang lebih jauh hanya dengan mengandalkan posting reguler di media sosial saja, lho. Kamu, perlu menyusun strategi media sosial yang solid dengan menggunakan beragam fitur yang ditawarkan. Dengan begitu, bisnismu akan mampu menjangkau audiens yang lebih luas!





3. Voice Search 






Sudah pernah mencoba voice search atau pencarian dengan suara melalui ponselmu? Sekarang saatnya kamu mengaplikasikannya ke bisnismu juga, lho! Penggunaan voice search diprediksi akan terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2020, diperkirakan 50% dari total pencarian di internet merupakan pencarian dengan suara.










Bingung harus mulai dari mana? Jangan ragu untuk mengontak kami di info@rwe.co.id 😊

Jumat, 05 Januari 2018

, ,

Social Media Trend to Watch in 2018




Menyusun strategi media sosial harus disesuaikan dengan tren yang saat ini sedang berlangsung. Belum terlambat kok untuk memperbaiki strategi media sosialmu dengan menyesuaikan tren marketing yang akan mendominasi media sosial di tahun ini. Simak terus, ya!

Social media influencer bukan lagi jadi pertimbangan, tapi benar-benar harus sudah kamu implementasikan pada strategimu tahun ini! Audiens lebih yakin melakukan pembelian berdasarkan referensi yang didapat di media sosial. 40% dari audiens ternyata melakukan pembelian setelah melihat promosi yang dilakukan oleh influencer. 94% pebisnis juga melaporkan hasil yang positif setelah menggunakan influencer!














Tahukah kamu? Audiens memperoleh informasi sebanyak 65% dari konten visual! Melalui visualisasi konten yang menarik, audiens juga akan lebih mudah memahami dan mengingat pesan yang kamu sampaikan. Terlebih jika kamu menampilkan instruksi dalam bentuk ilustrasi.

Saat ini, sebanyak 74% pebisnis telah menggunakan konten visual dalam social media marketing mereka, lho! Jika kamu belum mengaplikasikan konten visual, sekarang lah saatnya!

Mengelola media sosial tidak sebatas menyusun strategi dan membuat kontennya saja. Kamu juga perlu memahami social media analytic yang bisa menunjang kontenmu. Dengan memahami social media analytic, kamu juga bisa menyasar target yang lebih tepat. Saat ini sudah ada banyak sekali tools social media analytic yang bisa kamu gunakan, lho!


Don't know how to start? Drop your question by email info@rwe.co.id 😊