Jumat, 09 Februari 2018

Filled Under:

Troopers Over Selebgram: Study Case Rumah Sakit JIH


40% dari audiens ternyata melakukan pembelian setelah melihat promosi yang dilakukan oleh influencer. Sayangnya, terkadang influencer memiliki audiens yang terlalu luas sehingga tidak banyak audiensnya yang loyal. Dalam beberapa kasus, influencer yang memiliki followers tinggi justru memiliki enggagement yang rendah.

Di sisi lain, klien membutuhkan adanya influencer sebagai brand advocator untuk mengenalkan layanan baru mereka kepada audiens. Lalu bagaimana untuk beriklan menggunakan influencer dengan target audiens yang lebih spesifik? Tenang aja, RWE punya solusi buat masalah tersebut, kok.














Pada dasarnya, troopers adalah seorang micro influencers. Mereka memiliki followers kurang 10.000 namun dapat menjangkau audiens yang spesifik. Audiens mereka juga merupakan audiens aktif dan memberikan tingkat engagement yang tinggi.

Dalam penanganan kasus Rumah Sakit JIH, para micro influencers diberikan 2 voucher pemeriksaan gratis. Satu voucher untuk mereka sendiri, satu lagi diberikan kepada audiens mereka. Setiap postingan aktivasi ini, influencers dan pemenang terpilih harus menyertakan hashtag #1MenitKenaliTubuhmu. Para pemiliki voucher tersebut pun diminta untuk menceritakan tentang pelayanan JIH Healthy Life Center di media sosial mereka.


Penggunaan micro Influencers atau troopers ini dapat meningkatkan awarness dan tingkat kepercayaan audiens kepada produk atau layanan yang ditawarkan. Hal ini karena seorang micro influencers  dilihat lebih kredibel dan dapat dipercaya. Dikutip dari socialmediatoday, hanya ada 3% audiens membeli produk yang di-endorse oleh selebriti. Artinya, seorang micro influencer memiliki peluang yang sangat besar memengaruhi audiensnya untuk mencoba produk yang diiklankan.

Bingung memetakan micro influencers yang tepat untuk brandmu? Jangan ragu mengontak kami di info@rwe.co.id, ya!

2 komentar: